5 Fakta Meninggalnya Santri Gontor Diduga Dianiaya Senior, Kain Kafan Sampai Diganti Dua Kali

5 Fakta Meninggalnya Santri Gontor Diduga Dianiaya Senior, Kain Kafan Sampai Diganti Dua Kali

 Soimah, Ibu di Palembang yang menduga terjadi penganiayaan pada anaknya di Ponpes Gontor [Suara.com/ Umnah]

Read More

Seorang santri di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur meninggal diduga akibat dianiaya.

Santri putra bernama Albar Mahdi, santri asal Lampung meregang nyawa karena dianiaya. Hal tersebut terungkap setelah sang ibu, Soimah, mengadu kepada pengacara kondang, Hotman Paris.

Video aduan Soimah tersebut kemudian diunggah oleh Hotman Paris ke akun Instagram pribadinya @hotmanparisofficial. Hotman Paris meminta Polda Jawa Timur segera merespons adanya kasus tersebut.

Diketahui, sang ibu merasa terdapat kejanggalan dibalik kematian putranya tersebut. Soimah menyebut bahwa jenazah mendiang Albar Mahdi banyak mengeluarkan darah. Bahkan, kain kafan Albar Mahdi sampai harus diganti dua kali sebelum dimakamkan oleh pihak keluarga.

Berikut fakta-fakta meninggalnya santri Gontor tersebut.

1. Korban Diduga Dianiaya

Ibu korban yang belakangan ini diketahui merupakan seorang jurnalis di Palembang mengungkap kematian putranya yang diduga karena mengalami tindak kekerasan.

Albar Mahdi meninggal pada hari Senin, 22 Agustus 2022 pukul 10.20 WIB.

Berdasarkan surat edaran dari pihak pondok, diakui bahwa telah ada tindak penganiayaan terhadap Albar Mahdi.

“Berdasar temuan tim pengasuh santri, kami memang menemukan adanya dugaan penganiayaan yang menyebabkan almarhum wafat. Menyikapi hal ini kami langsung bertindak cepat dengan menindak/menghukum mereka yang terlibat dugaan penganiayaan tersebut.”

2. Pihak Pondok Meminta Maaf

Diketahui, pihak pengelola pondok segera meminta maaf kepada keluarga dan menyampaikan belasungkawa terkait adanya peristiwa kematian Albar Mahdi yang belakangan ini viral di media sosial.

3. Santri yang Diduga Menjadi Pelaku Telah Dikeluarkan

Diakui oleh pihak Gontor, para santri yang terlibat dalam penganiayaan yang menimpa Albar Mahdi telah dikeluarkan atau dikembalikan kepada orangtua masing-masing secara permanen.

Pihak Gontor juga menegaskan bahwa pesantren tersebut tidak mentolerir segala bentuk tindak kekerasan yang terjadi di lingkungan pesantren.

Tidak hanya itu, Gontor juga siap mengikuti segala bentuk upaya dalam rangka penegakkan hukum tentang peristiwa meninggalnya santri Albar Mahdi.

4. Dalam Penyelidikan Pihak Kepolisian

Kasus ini diketahui sudah ditangani oleh pihak kepolisian. Kepolisian Ponorogo Jawa Timur (Jatim) sudah memeriksa 7 orang yang memiliki kaitan dengan kematian Albar Mahdi.

5. Kain Kafan Berdarah

Dalam pengakuan sang ibu, ia merasa bahwa kematian putranya tersebut tidaklah wajar. Soimah menduga anaknya meninggal karena tindakan penganiayaan atau kekerasan.

Kain kafan jenazah anak yang berumur 17 tahun tersebut berdarah, bahkan kain kafan harus diganti dua kali sebelum jenazah dimakamkan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *